#darahmuda hhe hhe hhe.

apakah semua hal harus dibuktikan? apakah semua hal perlu pembuktian? bahwa kita adalah sesuatu. lalu berlomba-lombalah tanda seru digunakan. lalu berlomba-lombalah dengan semangat berapi-api menololkan orang lain? gagah? yap! heroik? yap! sudah.

sebatas itu.

lalu kapan menyikapi suatu peristiwa dengan santun dan penuh kerendahan hati. saat menolak sesuatu dengan cara yang paling canggih tanpa melukai. ini pasti memerlukan energi lebih. memerlukan tenaga ekstra. memerlukan lapang dada. tenggang rasa. sayang. cinta.

Novel DARAH MUDA Karya Adinegoro

kapan kita bisa mengatakan tidak tanpa perlu berkata tidak.

jika anda bilang itu basa-basi, saya menyebutnya seni berdiplomasi.

darahmuda membuat semuanya adalah arena dan juara. jika bisa berteriak mengapa harus berkata lirih. jika dapat berlari mengapa harus berjalan santai. jika bisa menendang mengapa hanya towal-towel saja. karena simpangan terbesar adalah keren. fluktuatif. labil. ya tetep keren. darahmuda adalah pertarungan. diam saja? mati.

lalu berkelindanlah di media sosial, blog, dan berbagai media lainnya saling menghujat. saling menyerang. ini bukan barang baru sebenernya. HB Jasin, STA, Sanusi Pane, Armin Pane, hingga GM, Pram semua saling serang dan saling mengerdilkan yang lain. salah? belum tentu. Bahkan andaikan salah pun tak apa bukan? kita menonton. kita menilai. atau kita tidak perlu menilai. atau perlu menilai. atau kita tidak perlu berpikir perlu menilai atau tidak. toh saat lapar kita tidak bisa kenyang dengan pertempuran wacana yang ada.

tapi ndak pas juga sik nyama-nyamain soal ZH dan AD dengan sastrawan. hehehe.

seorang pencicip makanan membela seorang mantan tentara. seorang narablog membela mantan danjen kopasus. lalu seorang anak muda menghujat keduanya. atau bukan menghujat. sekadar menyalurkan birahi intelektualitasnya. bisa jadi. lalu semuanya memberikan komentar masing-masing. boleh? yap. dilarang? ndak. ada gunanya? mengapa sesuatu hal harus dinilai dari berguna atau tidak? lalu? ya sudah. perbedaan itu penting. bahkan untuk payudara kiri dan kanan pun perlu beda. ndak baik jika kuncupnya madep ke kiri semua.

lain soal dan lain dunia tapi dengan nasib yang sama. perkara membela satu klab sepakbola. kita saling serang-saling hujam-saling tikam-saling saling saling. lantas apakah itu keliru? justru keliru jika semua hal selalu ditabrakkan dengan apakah salah atau apakah keliru. biarkan yang ada terus ada. yang tidak perlu ada ternyata ada pun tak apa. toh saya bisa apa? toh akhirnya kita melimpahkan semua ini pada waktu. kalau hidup ndak ada beginiannya, apa enak?

waktu yang terus berjalan, bergulir melintasi debu-debu angkasa. mari kita rayakan pertemuan kita. sukuri saja bahwa kita hidup dalam waktu yang sama. sezaman. seangkatan dalam dekap erat pahitnya kehidupan…

BLAH!

di lain ruangan sebagian sedang asyik menghitung uang. di lain kota ada yang sedang asyik-masyuk bercinta dalam remang cuaca. di kubikel sebelah ada yang makan nasi goreng diem-diem saja. sedangkan kamu bingung dengan tulisan saya. ya sudah lah ya.

selamet malem.

Iklan