Karlina Supelli berkata soal kita:

Saya prihatin kondisi cuaca kultural yang semakin dangkal, antara lain terlihat dari budaya komentar di media elektronik, media sosial, yang serba pendek.

Orang bangga jika akun twitter-nya punya banyak pengikut atau akun facebook-nya punya banyak teman. Dan lewat komentar singkat orang merasa sudah bekerja.

Akibatnya, sikap pragmatis jangka pendek jadi panglima. Hasil akhir menegasikan proses. Jadilah negara pasar, tempat semua produk dijual dan masyarakat tergoda, selalu ingin membeli yang terbaru.

Ini saling kait dan berkelindan dengan kehidupan politik, sosial, bahkan spiritual, sehingga pendidikan hanya menghasilkan generasi serba konsumtif dan menggampangkan.

Dan tugas perguruan tinggi adalah menghasilkan lulusan yang mau berpikir. Di situ tempat dan tugas saya sekarang.

dinukil dari kompas hari ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s