Gerakan Rp.50ribu Sehari

Tadi sore, Glenn (lagi-lagi) bikin usulan untuk membiasakan dirinya tidak mengeluarkan uang lebih dari Rp.50 ribu sehari. Hasilnya, (lagi-lagi) linimasa membicarakannya. Lebih banyak yang ingin mencoba, dan seperti biasa, sebagian menguji ajakan ini dengan berbagai pendapat lain.

Bagi saya ini menarik. Bagi orang kreatif seperti Glenn, hal ini sangat penting. Ia perlu menetapkan (fix) pengeluarannya. Mengapa? Karena penghasilan dirinya tidak tetap. Ia berusaha mengendalikan apa yang bisa dikendalikannya.

Mirip dengan saya, yang mengendalikan jumlah following saya. Mengapa? alasannya sama, follower saya tidak bisa saya kendalikan jumlahnya, berkurang atau bertambah. Sedangkan following, saya majikannya.

Balik lagi soal wacana Glenn, hal ini akan sedikit berbeda soal atmosfer pemikiran bagi Anda yang memiliki penghasilan tetap. Dalam benaknya, selama sebulan ia sudah memiliki pagu, misalnya sebulan tidak lebih dari Rp5 juta. Jika dirata-rata dengan 20 hari kerja, katakanRp.250ribu perhari. Nah, dikala ia sehari mengeluarkan seratus ribu, esok harinya ia punya jatah Rp.400ribu, karena kemarin ia menabung Rp150 ribu dari pagu Rp.250ribu tersebut.

Sah sah saja bagi Anda yang memiliki penghasilan tetap menggunakan alam pikiran Glenn yang menetapkan pagu harian. Nyatanya, ia tidak membatasi diri saat weekend atau akhir pekan.

Mengapa ia tidak menggenjot penghasilan dibandingkan dengan membatasi pengeluaran harian? Tentu saja ia lakukan. Siapa yang bilang tidak? Tapi ia kangen pada suatu rutinitas. Sebagai orang kreatif yang lepas, yang menerima pesanan nasi ayam, pesanan apapun yang memacu kreativitasnya, dan hal apapun yang tidak rutin dan sulit diterka kapan waktu bekerjanya tiba, ia merindukan sesuatu yang tetap. Sesuatu yang bisa ia patok.

maka, Rp.50ribu sehari adalah jawabannya.
πŸ™‚

Apa pendapat Anda?

Sent from my iPad

Advertisements

Author: roysayur

Karena sayur begitu ngeRoy!!

1 thought on “Gerakan Rp.50ribu Sehari”

  1. Unik. Untuk sesaat, saya bingung bagaimana seseorang bisa merindukan sebuah runtinitas. But, all of us do it, sometimes. πŸ™‚

    Anyway, nampaknya, saya akan mencoba cara Glen ini.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s