Bagaimana Suami Mengajak Istri Agar Hidup Zuhud

oleh

inci

Jika seorang suami ingin istrinya hidup zuhud — yakni hidup sederhana, tidak terikat dunia, dan hatinya hanya tertambat kepada Allah — maka yang paling pertama harus ia lakukan bukanlah memerintah atau menasihati, tetapi menjadi teladan.

1. Menjadi Contoh yang Hidup

Zuhud itu menular, bukan karena kata-kata, tapi karena aura hidup seseorang.

Suami harus terlebih dahulu hidup zuhud: tidak silau pada kemewahan, tidak mengejar gengsi, dan mampu merasa cukup meski dunia menawari lebih. Istri akan melihat itu, dan jika cintanya pada suami berakar dalam, maka hatinya akan turut lembut dan ringan untuk ikut di jalan yang sama.

2. Menciptakan Rumah yang Tenang, Bukan Penuh Tuntutan

Zuhud tumbuh di ladang syukur, bukan di padang tuntutan.

Jangan jadikan rumah sebagai tempat berlomba-lomba dengan dunia. Jangan sibuk membandingkan dengan rumah orang, harta orang, atau gaya hidup orang. Suami yang menciptakan lingkungan rumah yang damai dan tidak konsumtif akan membuat istrinya merasa cukup, bahkan dalam kekurangan.

3. Menanamkan Makna, Bukan Melarang Gaya

Zuhud bukan berarti lusuh, tapi berarti tidak diperbudak kemewahan.

Jika istri menyukai hal-hal yang bersifat duniawi (seperti fashion, skincare, perhiasan), jangan langsung dilarang. Ajari dia pelan-pelan bahwa semua itu hanya alat, bukan tujuan. Zuhud adalah soal hati yang tidak tergantung, bukan soal barang yang tidak dimiliki.

4. Mengajak Bertumbuh Bersama dalam Spiritualitas

Pasangan yang shalat malam bersama, hatinya ditautkan Allah.

Bangunlah rutinitas ibadah bersama: shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berdzikir. Ruh zuhud tumbuh dari hati yang terisi cahaya. Bukan dari nasihat semata, tapi dari kebersamaan dalam mendekat kepada Tuhan.

5. Merangkul, Bukan Memaksa

Zuhud tak bisa dipaksakan, ia harus dipeluk dengan kesadaran.

Biarkan istri melalui prosesnya. Jika ia masih suka dunia, dekati dengan kelembutan. Allah tak membenci orang yang mencintai dunia, hanya menginginkan mereka menemukan cinta yang lebih tinggi.

🔹 “Seseorang tidak akan mampu membuat orang lain zuhud, kecuali jika ia telah melihat dunia sebagai sesuatu yang layak ditinggalkan.” — Sufi Bijak

Jika suami bisa menjadikan dirinya jembatan menuju ketenangan, maka istrinya akan ikut menyeberang — bukan karena disuruh, tapi karena merasa aman di sisi cinta yang tidak mengejar dunia.


Tinggalkan komentar